Langsung ke konten utama

From Plato To Platoisme




From Plato To Platoisme  adalah karya luar biasa yang menggali inti Platonisme, mengeksplorasi nuansa, asal usul, dan dampaknya. 

Ditulis oleh Lloyd P. Gerson, buku ini menjembatani kesenjangan antara keilmuan Amerika Utara dan kontinental, menawarkan wawasan segar tentang aliran filsafat kuno yang paling berpengaruh. 

Narasi Gerson bukanlah cerita tradisional yang digerakkan oleh plot; sebaliknya, ini adalah perjalanan intelektual. Ia menelusuri evolusi Platonisme, dari awal hingga berbagai manifestasinya. 

Tokoh-tokoh di sini bukanlah individu melainkan pemikiran filosofis, aliran, dan pemikir. Plotnya terungkap melalui interaksi, perdebatan, dan transformasi mereka dari waktu ke waktu. 

Prosa Gerson terpelajar dan mudah dipahami. Ia merangkai catatan sejarah, dialog filosofis, dan analisis kritis dengan mulus. Tulisannya teliti, namun ia menghindari jargon yang tidak perlu, membuat ide-ide rumit mudah dicerna oleh pembaca. 

Buku ini menggunakan teknik seperti analisis komparatif, pembacaan teks secara dekat, dan kontekstualisasi sejarah. 

Platoisme bergulat dengan pertanyaan mendasar: Apa itu Platonisme? Apakah Plato sendiri seorang Platonis? 

Gerson dengan berani menegaskan bahwa Plato memang seorang Platonis, dan Platonisme mencakup beragam versi—semuanya berasal dari matriks hipotetis yang ia sebut “Ur-Platonisme.” 

Perspektif ini menantang kebijaksanaan konvensional dan mengajak pembaca untuk memikirkan kembali pemahaman mereka tentang warisan Plato. 

Buku ini mempertahankan kecepatan yang stabil, tidak terburu-buru atau berlama-lama. Pendekatan sistematis Gerson memastikan kejelasan. Dia menavigasi topik-topik yang diperdebatkan—seperti hubungan antara Plato dan Aristoteles—tanpa mengulangi perdebatan lama. Strukturnya logis, mengarahkan pembaca dari isu-isu lokal ke pertanyaan besar tentang apa sebenarnya Platonisme. 

Platoisme adalah sebuah pencapaian ilmiah. Penelitian Gerson yang cermat, kedalaman konseptual, dan eksplorasi introspektif mengangkat wacana Platonisme. Ini harus dibaca oleh siapa pun yang terlibat dalam studi Platonis. Kemahiran analisisnya dan kekayaan pengetahuan yang ia berikan sungguh luar biasa. Meskipun menantang norma-norma yang sudah ada, Gerson memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang filsafat kuno. 

Saya dengan sepenuh hati merekomendasikan Platoisme kepada para pelajar, cendekiawan, dan peminat filsafat. 

Ini adalah perjalanan yang bermanfaat—perjalanan yang mengundang kita untuk mempertanyakan asumsi, terlibat dengan ide-ide abadi, dan menghargai warisan abadi Platonisme. 



Literatur

Svetla Slaveva-Griffin, “Review of From Plato to Platonism,” Notre Dame Philosophical Review, 2014. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dolce Far Niente

🌿 Saat waktu tak lagi menuntut, saat angin hanya berbisik pelan. Saat aku duduk di antara cahaya dan bayanganku sendiri.  Tidak ada yang harus diselesaikan. Tidak ada yang perlu dimenangkan. Hanya waktu yang mengalir tenang--berjalan tanpa suara, Dan hanya pikiranku yang menari--mengalir perlahan di dalamnya. Di kedalaman keindahan Sape, Kutemukan laut yang bisa bersenandung, Kurasakan hutan pegunungan yang diam dalam kebijaksanaan.  Aku belajar kearifan masyarakat tepian sungai, menghayati kehalusan hati masyarakat pedalaman hutan. Aku hidup tanpa beban— menghirup manisnya udara--Bahagia tanpa melakukan apa-apa. Dolce far niente...Tiada melakukan apa-apa bukan berarti hampa— tapi adalah suatu keberadaan yang tak membutuhkan pembuktian.

Kamarintah, Republiken, Kamardikan dan Sego Godog

Sekitar tahun 80-an hingga awal 90-an sebuah gerobak kecil mangkal di seberang jalan Rumah Sakit Tentara Dokter Asmir Salatiga. Setiap malam gerobak tua dengan anglo arang yang selalu menebarkan asap " kemeluk " tebal itu, selalu dipenuhi oleh orang-orang yang asyik ngobrol. Air bekas cucian gelas kotor kopi dan teh bolak-balik dibuang di selokan.  Orang-orang menambahkan gumpalan-gumpalan " keluk " rokok diantara asap arang kelapa dari anglo yang pernah putus. Sego godog. Tangan tua yang dipenuhi keriput, dengan cekatan menuangkan air, menambahkan nasi , menambahkan bumbu. Mengaduk-aduk. Diakhiri dengan " nyiduk " nasi berkuah yang kebul-kebul, menuangkannya ke dalam piring. Begitulah sang tangan tua keriput itu berulang kali menjalankan ritual yang sama. Dan selalu akan ada tangan lain yang berganti-ganti, mengambil dan menerima piring isi nasi berkebul-kebul dari tangan keriputnya. Kadang-kadang di saat rehat, saat semua pelanggannya sudah menerima piri...

LEBARAN DI KAMPUNG HALAMAN

Jam menunjukkan pukul 19.33 WIB saat pesawat Lion Air flight 625 Balikpapan- Semarang mendarat di Airport Ahmad Yani Semarang.  Aku menutup tablet. Bersiap untuk turun.  Aku menengok keluar jendela. I see..... Home.  ......... Sepinggan Airport. Seorang laki-laki Dayak larut dalam tarian. Kaki bergerak berirama, menyapu bumi. Tangan meliuk bagaikan kepakan sayap. Melayang-melayang dalam kedamaian. Mencipta gerakan penuh rasa, menyatu dalam notasi keindahan Sape. Simple is beauty.  La beauté est simple. Keindahan dalam paduan gerak dan irama, melebur ke dalam kemurnian alam. Living in harmony . Nature is mother of culture. Alam memberikan kehidupan. Alam menerima kehidupan. Hubungan kausalitas dalam keseimbangan. ..... Dimanapun kita berada, itu adalah rumah kita.  Ketika pesawat take off pukul 18.50 WITA. Meninggalkan Sepinggan. Dalam hati aku merasa.... I left    my home ,  to go back to my home..  ........... Mobil meluncur di t...